Sabtu, 06 November 2021
Peduli Pendidikan, Ini Potret Sekolah yang Dibangun Cinta Laura di Kaki Gunung Salak
Merdeka.com - Selama ini, Cinta Laura mungkin dikenal sebagai artis dengan gaya bicara yang unik. Memiliki darah Jerman dan lama tinggal di luar negeri, membuat Cinta Laura memiliki gaya bicara yang agak kebarat-baratan.
Meski begitu, Cinta Laura dikenal sebagai salah satu selebritis dengan pendidikan yang tinggi. Tak asal kuliah, Cinta Laura bahkan berhasil lulus dari Universitas Colombia New York dengan menyandang dua predikat cumlaude dari dua jurusan yang diambilnya.
Bukan hanya peduli akan pendidikannya sendiri, ternyata Cinta Laura adalah sosok yang peduli akan pendidikan orang lain, terutama anak-anak kurang mampu.
Saat kebanyakan artis muda lain menghabiskan uang untuk membeli barang-barang bermerek, Cinta Laura justru menghabiskan banyak uang untuk membangun sebuah sekolah di kaki Gunung Salak. Berikut potret sekolah yang dibangun Cinta Laura di kaki Gunung Salak.
Cinta Laura dan keluarganya memang memiliki yayasan sosial bernama Yayasan Soekarseno. Melalui yayasan tersebut, keluarga Cinta mulai membangun sekolah-sekolah di daerah kaki Gunung Salak. Kebanyakan gedung-gedung sekolah yang mereka bangun kembali, kondisinya sudah sangat memprihatinkan bahkan hampir roboh.
Sejak tahun 2003, Yayasan Soekarseno telah merenovasi dan membangun 10 sekolah dasar, baik sekolah negeri maupun swasta. Mereka juga meningkatkan kualitas pendidikan di kaki Gunung Salak yang sebelumnya masih terbilang rendah.
Tak hanya itu, Cinta juga mendirikan satu sekolah menengah pertama yang bernama SMP Pangerasan. Ia pun mendirikan gedung dan menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Uniknya, sekolah ini menyediakan beberapa program ekstrakurikuler untuk
mengembangkan talenta mereka dan juga untuk menambah pendapatan
keluarga. Salah satunya adalah menjahit. Karena tengah menghadapi masa
pandemi, mereka diajarkan untuk menjahit masker.
Masa Depan Media Digital dan Potensi Karir di Industri Ini
Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat kecepatan perubahan cara mengonsumsi media pun sangat cepat. Teknologi memungkinkan cara-cara baru untuk berinteraksi dengan media. Saking cepatnya, sepertinya sulit untuk menebak apa yang akan terjadi dalam enam bulan mendatang. Kendati demikian tren saat ini bisa dilihat dan setidaknya data tersebut bisa dijadikan acuan untuk memprediksi masa depan dari media. Jika mengacu pada statistik, maka masa depan media akan beralih ke media digital.
Secara definisi, media digital adalah format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital. Media digital ini bisa berupa website, media sosial, gambar dan video digital, audio digital dan lain-lain.
Tren dan perilaku pengguna bisa digunakan untuk memperkirakan masa depan media digital dan industri advertising. Pada umumnya orang-orang yang lebih tua lebih banyak menggunakan media tradisional, sementara generasi milenial yang usianya di bawah 40 lebih memilih memakai media digital. Nah, 10 tahun mendatang, ketika para generasi milenial menjadi konsumen media mayoritas, maka seluruh channel tradisional pada akhirnya akan menjadi saluran digital.
Berdasarkan data Maret 2018 dari eMarketer, belanja iklan digital pada tahun 2018 mencapai 43,5% dari keseluruhan belanja. Tetapi belanja iklan digital ini akan mengalahkan media tradisional pada tahun 2021, yaitu sebesar 52,1%.
Nantinya teknologi akan memungkinkan semua orang untuk mengonsumsi berbagai jenis konten yang berbeda dan juga membuat koten. Setidaknya dalam 10-15 tahun, teknologi akan mengubah perilaku manusia dan akan lebih berubah lagi di masa depan. Dengan berubahnya cara mengonsumsi konten maka media tradisional pun akan berubah.
Media digital akan menggunakan model distribusi konten yang menyebarkan informasi secara real time. Jeda waktu dalam menyebarkan informasi akan semakin kecil dan pada akhirnya lenyap. Konten yang dibuat oleh konsumen akan semakin populer pada saluran media digital. Munculnya teknologi-teknologi baru akan mengubah sarana untuk menyalurkan kreativitas. Nantinya akan banyak model bisnis baru yang berasal dari perkembangan media digital.
Seiring dengan pesatnya perkembangan media digital, maka kampus-kampus di seluruh dunia pun menghadirkan kelas media digital profesional. Mahasiswa mahasiswi memiliki banyak pilihan gelar, mulai dari Diploma sampai Master. Dengan menyelesaikan kelas tersebut, berbagai kesempatan bekerja pun akan terbuka. studi mengenai teknologi informasi atau komunikasi dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan bayaran yang tinggi pada industri ini. Tetapi tentu saja tergantung pada minat dan aspirasi.
Pilihan karir yang menarik pada media digital adalah manajer advertising, manajer komunikasi, manajer e-business atau e-commerce, manajer marketing, manajer media sosial, manajer komunikasi marketing online, dan manajer digital branding. Nah, jadinya kira-kira profesi mana yang akan kamu pilih untuk ikut mengikuti tren media digital ini?
sumber: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/masa-depan-media-digital-dan-potensi-karir-di-industri-ini
Contoh Pemanfaatan Pembelajaran Media Digital
Pemanfaatan media digital sebagai pembelajaran sudah mengalami pengembangan yang signifikat. Hadirnya media digital ini memberikan beragam inovasi pedidikan, dimana pembelajaran kovensional yang kaku dan monoton akan digantikan dengan pembelajaran mengunakan media digital yang dianggap lebih praktis, fleksibel, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Berikut ini contoh pemanfaat dari media pembelajaran digital :
1.Youtube Sebagai Media Pembelajaran
Youtube merupakan suatu website yang menyajikan berbagai video memungkinkan pengguna untuk menonton, menggungah dan berbagi video. Youtube merupakan salah satu media yang popular dan pasti banyak peserta didik yang dapat menggunakannya. Oleh karena itu youtube menjadi salah satu pertimbangan dalam media untuk pembelajaran.
Youtube merupakan salah satu sumber belajar guru dan peserta didik yang dapat diakses kapanpun. Dimana peserta didik dapat mempelajari berbagai materi yang telah diupload guru atau sebaliknya peserta didik dapat memberikan presentasi melalui youtube dan ditonton oleh guru, youtube juga memungkinkan peserta didik dalam memperluas pengetahuan mereka, karena youtube akan menyajikan berbagai informasi yang mereka cari.
Youtube sebagai media pembelajaran sangat beperan dalam menyediakan bahan pendidikan, karena youtube memiliki berbagai value dalam pendidikan, praktis digunakan dan dapat digunakan berbagai kalangan, dapat diakses dimana saja, memberikan berbagai informasi yang beragam, dan yotube gratis. Pernyatan ini memberikan kita gambaran bahwa youtube ini sangat berperan dalam membantu anak dalam mempelajari berbagai skill dan bermanfaat dalam mempermudah pemahaman, anak karena youtube memberikan variasi video yang membuat anak akan lebih focus dan lebih merasa nyaman pada saat pembelajaran.
Dengan menggunakan media youtube kita mendapatkan manfaat :
- Sebagai sumber belajar yang baik.
- Peserta didik lebih kreatif dalam mebuat video laporan maupun video presentasi.
- Membuat pembelajaran lebih praktis, efisien dan menyenangkan, karena youtube membuat anak lebih focus dalam memperhatiakan materi yang disajikan melalui video yang menarik dan interaktif.
- Youtube dapat diakses dimana saja, asal terdapat koneksi internet.
2.E-Learning Sebagai Media Pembelajaran.
A.Pengertian E-Learning.
E-learning merupakan salah satu model pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, terutama pengunakan barang elektronik. E- learning berasal dari kata “e” yang merupakan singkatan dari elektronik dan kearning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran melalui media elektronik, fokus penting e-learning yakni sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Pelaksanaan e-learning ini berupa kombinasi dari video, audio dan perangkat komunikasi lainnya. E-learning memiliki ciri-ciri antara lain : 1) memiliki konten yang searah dengan tujuan materi pembelajaran, 2.)Menggunkan metode instruksional, 3) mengunakan berbagai media untuk menyampaikan materi, 4) memusatkan pembelajaran langsung pada guru atau didesain untuk pembelajaran mandiri, 5) membangun pemahaman dan keterampilan yang terkait dengan tujuan pembelajaran.
E-learning sering disebut sebagai pembelajaran online, Pembelajaran online merupakan pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer dan handphone. Sehingga dalam proses belajar mengajar murid dengan guru tidak perlu pada tempat dan waktu yang sama, namun cukup menggunakan internet sebagai media.
Dalam kondisi sekarang yang penuh dengan pembatasan dalam pendidikan, e-learning hadir sebagai salah satu sarana dalam penyelamat pendidikan pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun ini. Kegiatan belajar mengajar disekolah diberhentikan beberapa waktu untuk mengurangi penularan Covid-19.
Secara langsung Covid-19 ini memeberikan dampak yang besar pada pendidikan, keadaan ini membuat para guru dan murid harus menggunakan e-learning sebagai saran pembelajaran. Pada awal pembelajaran, mungkin guru dan murid harus beradaptasi dalam penggunaan media digital yang baru dalam dunia pendidikan . Tetapi jika dilihat dari sisi lain, e-learning menjadi penyelamat dalam pembelajaran tanpa adanya batasan ruang.
Dalam pelaksanaan pembelajarannya guru hanya perlu meng-upload materi pembelajaran pada situs e-learning, materi yang di-upload ini dapat merbentuk file maupun video. Apabila murid ada yang belum paham dapat bertanya melalui forum diskusi, di forum diskusi murid dapat saling bertanya dan saling menjawab. Jika masih belum dapat memahami materi yang disampaikan murid dapat meyarankan diadakan nya pertemuan secara vitual, pertemuan ini dapat mengunakan bantuan dari aplikasi komunikasi seperti Zoom, Google Meet, Whatsapp, dan lain-lainnya.
B .Karakteristik E-learning dan Manfaat E-learning.
a Karakteristik E-learning.
- Manfaatkan teknologi elektronik sehingga dapat memperoleh informasi dan komunikasi lebih mudah dan efisien.
- Menggunakan materi berupa video, file, audio yang dapat diakses mandiri. Materi pembelajaran dapat disimpan, diakases oleh siapa pun, ditonton dimanapun dan kapanpun.
- Memanfaatkan komputer ataupun handphone untuk proses pembelajarannya dan juga sebagai evaluasi kemajuan belajar serta untuk memperoleh materi dari berbagai sumber.
- Manfaat E-learning.
- Guru dan murid mudah dalam berkomunikasi walaupun tidak bertatap muka dan dapat dilakukan diwaktu kapan saja.
- Guru dan murid dapat menggunakan materi yang sistematik sehingga guru dapat menilai perkembangan murid.
- Materi pembelajaran dapat disimpan, diakases oleh siapa pun, ditonton dimanapun dan kapanpun. Guru dapat menilai materi yang telah dikuasai oleh murid ataupun materi yang belum dikuasi sehingga perlu ada evaluasi materi.
- Lebih efisien karena dapat diaksek kapan pun dan diamana saja.
- Mudah dalam komunikasi dan memudahkan dalam mentranfer informasi dengan murid ataupun dengan guru.
- Kelebihan E-learning.
- Meningkatkan interaksi pembelajaran (enchance interactivity).
- Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place fexibility).
- Memiliki jangkauan yang lebih luas (potential to reach a global audience).
- Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
- Kekuranag E-learning.
- Kurangnya interaksi fisik guru dengan murid, sehingga interaksi guru dengan murid tidak terjadi sama sekali. Kurangnya interaksi berakibat kuarangnya pembentukan, sifat, sikap, sosial dan skill pembelajaran.
- Lebih fokus dalam aspek komersial dan megabaikan aspek pendidikan.
- Proses pembelajaran cenderung ke pelatihan dari pada pendidikan.
- Guru dituntut mengetahui strategi, metode, dan teknik yang digunakan pada saat pembelajaran.
- Proses pembelajaran malalui internet akan berakaibat pada kurang nya motivasi dalam belajar, karena terlalu tergantung dengan internet.
- Tidak semua orang dapat menggunakan fasilatas untuk e-learning.
- Biaya yang membengkak karena diperlukakannya internet, software dan hardware yang mendukung.
- Kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan teknologi.
3 . Penggunaan Media Video Kartun
Penggunaan video kartun ini dapat mengatasi permasalahan pada audio visual yang dapat diatasi pada kelangkaan materi pendidikan dan materi yang telah diubah menjadi lebih fleksibel. Film kartun ini merupakan pelengkap pembelajaran karena di sekolah anak-anak mengenyam pendidikan formal dan di rumah anak-anak mendapatkan pendidikan informal, salah satunya melalui film kartun ini.
Manfaat menggunakan media kartun sebagai sarana pemberian materi yang lebih mudah dipahami dan perhatian anak akan lebih terarah sehingga memberikan motivasi kepada anak saat menonton video yang lebih menarik. Selain itu juga dapat menambah kosakata untuk meningkatkan perkembangan anak, menambah pengetahuan, anak dapat berimajinasi melalui video kartun, dan anak akan terhibur.
Misal kita ambil pada film Sponge Bob dimana video tentang sponge bob sangat informatif, komunikasinya di dalam video sangat baik, juga dapat menyampaikan nilai komunikasi dengan baik, dengan aksi satu arah. Juga menambah perbendaharaan kata, menambah pengetahuan tentang laut, menambah pengetahuan tentang hal-hal yang ada saat memasak yang ditunjukkan oleh Sponge Bob, dan juga mendapatkan ilmu tentang komunikasi dimana Sponge Bob ini memiliki berbagai macam tipe teman, disini anak-anak diajari untuk tidak membedakan diantara teman-temannya.
Di era pembelajaran media digital ini, ketika seluruh dunia di landa wabah covid semua aktivitas manusia kini terbatas. Sehingga semua aktivitas harus dilakukan secara online baik itu berbelanja, bekerja dan bersekolah, Yang dimana pembelajaran via digital ini minim nya dari jaringan nya yang kurang stabil untuk di aksesnya apalagi tidak semua orang memiliki perangkat yang dapat tersambung dengan internet. Tetapi siswa bisa berkomunikasi dengan guru bila jaringan nya kurang stabil namun pembelajaran dikelas dibatasi saja karna adanya covid-19.
Adapun saran-saran yang saya dapat sampaikan:
- Pembelajaran melalui media harus lebih sering dilakukan karena dapat mempermudah untuk memahami materi yang ingin disampaikan dan dapat menumbuhkan minat serta motivasi belajar.
- Di dalam proses belajar mengajar disekolah ini harus didukung dengan menggunakan media pembelajaran yang dimana siswa cenderung lebih aktif dan tidak mudah bosan agar materi yang pelajaran bisa diterima oleh siswa.
Profil
Biodata penulis